2017 Lebih Baik
Seorang Pemimpin(n) Yang di Aamiinkan Tuhan

2017 Lebih Baik

presiden-mahasiswa-ugm_lebah

 

Barangkali ini menjadi satu-satunya post dibulan Desember. Setelah sekian lama mengeram di dalam kandang, maka izinkan saya kembali bersua. Dengan suara yang lantang, dengan mata yang sorotnya tajam, dengan hati yang lapang, dan dengan keyakinan yang dalam atas apa yang digariskan Allah sebagai mutlak baik adanya.

 

Bila beranjak ke awal tahun 2016, saya seolah menemukan cahaya terang, bahwa yang saya impikan dahulu tentang “membahagiakan orang disekitar” sedikit demi sedikit mulai tercapai. Pernah, suatu hari ditengah tahun, saya merasakan akan terpisahnya orang-orang yang begitu saya sayangi. Saya tak kuasa menahan tangis disepanjang jalan Kaliurang sambil berkendara motor. Malam itu saya tiba di asrama dengan wajah basah dan langsung memeluk mas Adi. Saya meminta izin untuk tidak mengikuti kegiatan asrama pada malam itu Karena ingin menyendiri. Semalaman saya menangis untuk hal tersebut.

 

Beberapa kawan dekat yang kuanggap sebagai saudara tahu, bahwa saya begitu menyayangi orang-orang disekitarku. Terutama kedua orangtua. Mereka yang sedari kecil begitu saya hormati dan sayangi. Persoalan yang itu-itu saja tak kunjung usai sejak saya kanak-kanak hingga dewasa kini. Dan karenanya, besar kemungkinan saya sangat dinantikan kehadirannya untuk hadir ketengah-tengah mereka.

 

Dalam ilmu sosial, saya diberitahu bahwa persoalan kehidupan kita tidak bisa diselesaikan oleh a, b, c, d, …. ataupun z? sebab jawaban bukan pilihan ganda. Ia berisikan esai yang selalu beragam jawabnya tergantung pada sudut mana yang dilihat, dan keberpihakan mana yang diambil.

 

Tak lebih dari itu, saya pribadi hanya ingin menuliskan sedikit tentang tahun 2016 ini. Suatu ucapan yang ajaib. Adalah terima kasih 2016. Kau telah memberikan kesempatan kepada saya untuk berbuat lebih baik dengan banyak.
Kau beri kesempatan pada saya untuk belajar bersabar. Ketika tak banyak orang tahan dicibir, kau berikan kekuatan untuk melawan cibiran itu dengan senyuman.
2016, kau juga berikan kesempatan pada saya untuk berprestasi lebih banyak. Disaat orang lain mulai lelah berprestasi, kau ingatkan pada saya tentang maksud “jika belajar adalah ibadah, maka berprestasi adalah dakwah”.

 

2016, kau juga berikan kesempatan pada saya untuk bersikap rendah hati, objektif, open mind, moderat, prestatif dan kontributif. Disaat yang lain mungkin sudah abai, tapi kau izinkan saya untuk mengingatnya secara terus-menerus.
2016, kau pula yang mengajarkan saya tentang makna persaudaraan. Disaat banyak yang hidup dalam keterpecahbelahan, kau hadirkan insan-insan terbaik disekeliling saya yang rela ikhlas berjuang tanpa mengharap “saya dapat apa?”. 2016, kau pun telah mengajari betapa pentingnya menjaga kesehatan. Disaat sehat mulai terlupa dan banyak orang tak memanfaatkannya, bahkan saat sakitpun saya berusaha terlihat sehat.
2016, kau juga mengajarkan tentang “kolaborasi kebaikan”. Disaat orang-orang mulai pesimis untuk membangun kesatupaduan, kau buat jengah orang itu dengan ikhtiar dari saya tuk membangun titik temu.
Semoga 2017 bisa lebih baik

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *