Kabinet Taman Bermain
Seorang Pemimpin(n) Yang di Aamiinkan Tuhan

Kabinet Taman Bermain

Logo Dema Fisipol Kabinet Taman Bermain

“Perkenalkan. Kami Dema yang baru. Dema yang terus memperbaiki diri. Dema yang menjadi sobat. Dema yang penuh gairah. Dema yang menjunjung semangat spiritualitas dan emansipatoris”. (Alfath, 2016)

Kemarin, akun FB, Twitter, dan Line Dema Fisipol tepat pada pukul 12:00 WIB merilis kabinetnya. Mereka mengaku dirinya dengan sebutan Taman Bermain. Kurang lebih, bunyi postingannya sebagai berikut.

***

Selamat Siang!
“Hidup adalah sebuah tantangan, maka hadapilah. Hidup adalah sebuah nyanyian, maka nyanyikanlah. Hidup adalah sebuah mimpi, masa sadarilah. Hidup adalah sebuah permainan, maka mainkanlah. Hidup adalah cinta, maka nikmatilah.”(Bhagawan Sri Sthya Sai Baba)

Waktupun terus bergulir hingga kemudian tiba sudah saatnya kini Dema Fisipol akan hadir dengan wajah baru. Keberhasilan Kabinet Sansiro dalam memberikan ‘penyegaran’ terhadap jiwa-jiwa mahasiswa yang haus akan kebebasan berekspresi menginspirasi kabinet Dema Fisipol yang selanjutnya untuk kembali menjadi sarana para mahasiswa untuk mengembangkan segala potensi yang ada di diri mereka. Maka, dengan bangga kami memperkenalkan, Kabinet Dema Fisipol tahun 2016 ini bernama… Kabinet Taman Bermain!

Visi :
Lebih baik dari sebelumnya, dengan semangat spiritualitas yang emansipatoris.

Misi :
1. Mengambil tradisi lama yang baik, membuang yang buruk.
2. Menjadi sobat FISIPOL yang asik.

Pada tahun kepenguruan Dema Fisipol kali ini, Kabinet Taman Bermain mengusung tagline: Asyik-Bergairah. Tagline ini bermaksud untuk menjadikan Dema Fisipol sebagai ‘tempat bermain’ dimana susah-senang dilakukan bersama dengan melibatkan subjek penuh gairah dalam mewujudkan sinergi Keluarga Mahasiswa Fisipol.

Dema KM Fisipol sendiri terdiri dari 6 orang pimpinan bidang yang merepresentasikan 6 jurusan yang ada di FISIPOL UGM yang masing-masing pimpinan bidang membawahi 2 departement, yang antara lain sebagai berikut:

1. Bidang Kesekretariatan dan Keuangan:
a. Dept. Kesekretariatan
b. Dept. Keuangan dan Usaha Dana
2. Bidang Keilmuan:
a. Dept. Riset
b. Dept. Kajian Strategis
3. Bidang Humas dan informasi:
a. Dept. Media dan Informasi
b. Dept. Hubungan Masyarakat
4. Bidang Advokasi dan Opini Publik:
a. Dept. Advokasi
b. Dept. Manajemen dan Opini Publik
5. Bidang Pengembangan
a. Dept. Pengembangan Internal Mahasiswa
b. Dept. Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa
6. Bidang Pengabdian Masyarakat
a. Dept. Pengabdian Desa
b. Dept. Sosial Masyarakat Kota

Salam Asik-Bergairah
Kabinet Taman Bermain
DEMA KM FISIPOL UGM
***

Masih kurang? Ada tambahan foto-fotonya koq. Cekidot.

Logo Dema Fisipol Kabinet Taman Bermain

Logo Dema Fisipol Kabinet Taman Bermain

Visi dan Misi

Visi dan Misi

Bidang Keilmuan

Bidang Keilmuan

Bidang Pengabdian

Bidang Pengabdian

Bidang Pengembangan

Bidang Pengembangan

Bidang KSK

Bidang KSK

Bidang Advokasi

Bidang Advokasi

Bidang Huminfo

Bidang Huminfo

Masih kurang deskriptif?

Baiklah, saya akan coba deskripsikan.

Dema Fisipol ini adalah lembaga eksekutif mahasiswa dengan ciri khasnya yang dipimpin oleh perwakilan masing-masing jurusan di Fisipol; jumlahnya ada enam.

Saya gak ngerti, bagaimana bisa orang-orang yang berkumpul di Dema adalah orang-orang yang multi-ideologi. Semua kumpul jadi satu dengan keragamannya. Untuk menyelesaikan satu soal, kita bisa mendekatinya dengan banyak cara. Terkadang memang melelahkan, tapi itu adalah upaya untuk memanusiakan. Setiap orang berhak atas pilihan dan kemudian mempertanggungjawabkan pilihannya. Sedang yang lain juga menjadi sedemikian toleran.

Kali ini, dengan mengusung Taman Bermain diharapkan Dema bisa menjadi wahana yang menyenangkan bagi seluruh kalangan Fisipol. Menganut prinsip terbuka, pendekatan yang menyenangkan sebagai sobat, dan juga membentuk keshalehan sosial diharapkan menjadi wajah baru Dema setahun ke depan.
Dema bukan tempat orang-orang yang cepat berpuas diri. Dema adalah tempat mengupayakan kebaruan. Bertransformasi dari waktu ke waktu untuk bisa memenuhi kebutuhan zaman.

Saya jadi tidak habis pikir Dema bisa-bisanya mencantumkan kata “spiritualitas” dalam visinya. Sebab, Dema memandang spiritualitas bukan soal hubungan vertikal. Lebih jauh, spritualitas terejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari (horizontal). Ia mencakup nilai-nilai moral-etik, kebudayaan, dan segala kebaikan yang sesuai dengan ajaran Pencipta.

Percuma ibadah tapi untuk pribadi. Yang dibutuhkan adalah mereka yang rajin Ibadah tapi menuangkan kesalahehan individu itu kepada orang lain.

Pada intinya, saya berharap Dema akan tumbuh berkembang dengan kekhasannya yang melekat daripada punggawanya. Bilamana ada perjalanan yang menarik untuk disimak. Barangkali kau temukan, di sini.

Salam Asyik-Bergairah
19 Februari 2016
23:25 WIB

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *