Kebahagiaan dan Perjuangan
Seorang Pemimpin(n) Yang di Aamiinkan Tuhan

Kebahagiaan dan Perjuangan

Nakula 7 dan Heroboyo 7 bersama Mas Adi Suharyanto (Pengantin Baru)

September datang dan saya semakin merasa dewasa. Bulan-bulan kritis ini, saya dihadapkan pada beberapa persoalan menyangkut masa depan akademik, cita, dan cinta(?). Barangkali yang terakhir hanya lelucon belaka.

Mari kita lupakan segala penat. Saya hanya ingin merasa dan melihat beragam kebahagiaan yang hadir baik dalam diri sendiri dan juga orang-orang disekeliling.

Jujur saja, bagi saya “kebahagiaan” hanya bisa hadir ketika kebahagiaan itu diperjuangkan. Sebagai contoh, anda bisa merasakan kegembiraan atas predikat cumlaude dihari kelulusan dan itu semua dihadirkan atas jerih payah lelahnya belajar saudara. Anda juga bisa memilih untuk mendapatkan bidadari surga, mencari tulang rusuk yang hilang, dan menggenapkan separuh agama karena anda berani untuk mendatangi Bapaknya dan menyatakan “saya ingin meminang putri Bapak”. Selanjutnya, anda juga bisa menjadi seorang milyarder yang punya banyak kedai, outlet, dan beragam toko swalayan yang menjual barang-barang bermutu yang dibutuhkan umat manusia. Anda menjadi kaya dan dermawan karena Anda memperjuangkannya untuk menekuni diri sebagai wirausahawan. Pada intinya, ketika Anda ingin mendapati kebahagiaan, maka anda haruslah memperjuangkannya.

Lalu, bisakah saya mencapai kebahagiaan akademik, cita, dan cinta(?)?

Hmm, semua ini hanya bisa direngkuh melalui jalur perjuangan. Terkadang saya harus berperang bathin; sesekali pun tak pernah rasa hati untuk mengiba kebahagiaan pada orang lain untuk sekedar menyoal urusan akademik, cita, terlebih cinta. Maka, kebahagiaan bagi saya hanya bisa diciptakan oleh orang-orang yang saling memperjuangkan kebahagiaan tersebut.

Sebab, ketika saya memperjuangkan kebahagiaan, sedang kamu tidak. Maka, kebahagiaan itu bertepuk sebelah tangan. Pun sebaliknya kamu. Dengan demikian, saya sangat berharap ketika saya menyapa hatimu, maka sambutlah sapaan saya dengan hati tulusmu. Ikatlah dengan tali kasih. Sehingga, tidak ada lagi kata iri dan dengki, saling caci-maki, atau pun membenci. Buanglah sifat buruk itu dan ciptakanlah dunia yang sama-sama kita perjuangkan, dunia yang tidak ada lagi manusia merasakan ketidakbahagiaan. Jadikan setiap detik nafas perjuanganmu menjadi satu kebahagiaan bagi peri kemanusiaan dan peri keadilan itu. Sungguh, penat yang terasa ini hanya bisa berganti ketika perjuanganmu untuk membahagiakan orang-orang disekelilingmu, barangkali saya satu didalamnya.

Di titik ini yakinilah, yang kau bayangkan baik dan tergambar dalam senyum simpul merekahmu yang melelehkan hati itu berbuah satu, dua, tiga bahkan seribu kebaikan. Anda bisa menjadi siapa pun, mempunyai niat (baik) apa pun. Tapi jangan lupakan, bahwa kebaikan itu pun harus sama-sama diperjuangkan, bukan?

Ketika saya berniat melakukan satu kebaikan, tetapi kau menepis niat baik itu dengan pandangan tak semestinya, maka selamanya kau akan berada dalam ketidakbaikan itu. Marilah kawan, saling mendoa dan menasihati, juga mendukung dan mengerti. Kita harus saling memperjuangkan kebahagiaan; dan tak perlu kebahagiaan itu diusik. Bukan begitu?

 

23:33 pm

Kontrakan Al Banna

Di antara Kehadiran Tamu Heroboyo

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *