Langit
Seorang Pemimpin(n) Yang di Aamiinkan Tuhan

Langit

Langit 1

Langit itu tinggi, luas, tiada batas, ada banyak hal di atas sana. Manusia pun terkadang seperti langit, menurut saya.

Beberapa waktu ini, saya dibuat waktu untuk merasakan betapa banyaknya jenis perasaan yang ada di dunia. Seperti banyaknya benda-benda di langit. Perasaan senang, bahagia, kagum, sedih, menangis cecegukan, hati-hati, khawatir, penuh rasa syukur, cinta, menyayangi, menghargai, berwelas asih, keberanian, deg-degan, dan beragam perasaan lainnya yang hadir di beberapa waktu terakhir ini.

Kebetulan, agenda minggu-minggu ini lumayan padat. Hingga akhirnya itu semua membuat tempo kerja meningkat. Makan seadanya, dukungan vitamin kurang, alhasil badan roboh (lagi) . Kebiasan buruk saya adalah ini, memberikan porsi kerja berlebih hanya karena mengerjakan tugas orang lain dan membiarkan diri akhirnya sakit.

Tapi itu tidak seberapa, dibandingkan dengan kesenangan bermain bersama teman-teman, baik di asrama, di kampus, di luar kampus. Ketemu orang lain itu bikin sakit hilang. Debat Sadewa misalnya, Salim, Caca, dan Saya dalam Tim Kampus Kerakyatan bisa lolos ke babak Semifinal. Alhamdulillah, setelah memenangkan seluruh laga (3-0) dan poin nyaris clean seat 8-1. Lomba debat adalah salah satu favorit saya. Ia mengajarkan saya untuk berani berargumentasi, memainkan logika, dan menggunakan ilmu yang saya tekuni. Tapi jangan dikira debat ini sebagai perbuatan buruk. Saya juga kurang suka dengan istilah ‘debat’ sebenarnya. Lebih baik ‘diskusi’ kali yah.

Chamber D

Chamber D

Minggu kemarin juga, saya dan Asyrin pusing-pusing bikin skenario video untuk Baktinusa. Alhamdulillah, hasilnya gak jelek-jelek amatlah. Terus, rapat sana-sini soal Kampus. Saya melihat ada upaya pelemahan peranan dari KM UGM. Ini persoalan serius kalau menurut saya. Pihak rektorat sedang berpolitik; kita sebutlah politik para begawan. Mereka mendesain sedemikian rupa perangkat-perangkat yang dinilai mampu meredam kekuatan politik mahasiswa. Ini sangat terasa dan sudah menjadi pembicaraan dikalangan aktivis dalam berbagai diskusi. Kalau kita diam-diam saja, akibatnya upaya pelemahan akan terus-menerus terjadi.

Ah, cukupkan ini. Saya kemudian lebih memilih berpikir dan bekerja. Kebetulan memegang amanah mengadakan “Do’a Untuk UGM dan Bangsa”. Muter-muter cari pembicara; kerumah Cak Nun, Ustadz Jazir yang kebetulan beliau berdua berhalangan di tanggal 25 April malam. Juga mencari ruangan dari rektorat, selasar barat fisipol, bunderan UGM, maskam. Yah, semoga yang terakhir ini bisa dapat, sedangkan acaranya besok malam :’).

Kemudian, yang paling membuat saya tak bisa melupakan minggu ini adalah telepon dari mama. Lagi-lagi mama membuat saya menangis cecegukan. Sesampai di asrama, tepat sebelum acara Jumat malam, persiapan NLC, saya dipeluk Mas Adi dan meminta untuk bisa menyendiri dan tak mengikuti acara di aula.

Saya berdo’a dan bermunajat agar semua baik-baik saja. Aamiin. Kemudian, yah, kehidupan saya harap seperti biasa lagi, dengan kesenyuman. Sabtu pagi saya bisa hadir lagi ke tengah teman-teman. Ada disamping saya seonggok daging bernyawa yang saya kagumi kesederhanaannya. Kang Darmadi namanya. Beberapa kali kita bertemu dan berdiskusi banyak. Wawasan dan orientasi kemasyarakatannya sungguh luar biasa.

Bersama Kang Darmadi

Bersama Kang Darmadi

Saya selalu berharap, orang-orang seperti ini semakin tumbuh dan banyak. Saya katakan kepadanya, PPSDMS atau kini dikenal Rumah Kepemimpinan telah menyatukan kita. Kelak, saya meyakini, PPSDMS ini akan melahirkan pemimpin-pemimpin tangguh. Kita akan melangit bersama dan bertemu di masa depan.

Yaudah, kemarin juga ada Diskusi Hari Kartini selama dua hari. Juga, ada KSBB sama anak-anak Dema Fisipol. Asik banget deh main post to post sama seluruh staf Dema. Tujuannya memang untuk mendekatkan seluruh anggota. Ada juga diskusi Pendidikan Kritis. Wahh, sempurna lah. Daya juang ini takkan berhenti.

Adalagi kumpul Baktinusa lagi, terus cari kontrakan (sudah ada yang dibidik, di jakal km 9), sempet dateng Musybun di Pempek Kampus, dan juga rapat ketua lembaga di Selasar Barat sampe jam 11 malem. Iki malem mingguan malah rapat. Hahaha…

Yaudahlah yah, itu aja. Oiyah, terus saya juga jadi suka lagi buka-buka video Anies Baswedan. Saya ngefans banget sama beliau. Entah kenapa, saya seneng banget sama dunia pendidikan.

Ini video terakhir yang sebelum tulisan ini saya sudahi.

Ada kuote tentang langit yang saya suka:

“Langit tak perlu menjelaskan bahwa ia tinggi. Orang akan tahu kamu baik bila anda memang baik”.

Pokoknya, Salam Asik Bergairah. Semoga semua baik-baik saja. Saya punya Allah SWT, yang ada diatasnya langit ke-7 :)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *