Memperbaiki Diri
Seorang Pemimpin(n) Yang di Aamiinkan Tuhan

Memperbaiki Diri

WP_20160629_16_34_29_Pro

Manusia tidak ada yang sempurna. 

Begitu adanya. Satu kalimat yang penuh makna. Saya bisa melihat diri saya yang serba kekurangan, entah perangai atau pun perkataan, juga saya bisa membayangkan dirimu yang selalu berkomentar, mengeluh, dan memilih angkat tangan. Haduh.

Suatu waktu, ketika kelas 5 SD, saya memiliki dosa yang sangat besar karena tidak mau menemani Kakek yang ingin berobat ke klinik Yadi dengan alasan capek baru pulang sekolah. Ia kemudian berjalan sendiri, dan….(saya tidak bisa melanjutkan cerita ini).

Sampai hari ini kisah itu masih teringat, berbekas, dan melekat-erat. Saya banyak belajar dengan kejadian masa lalu. Dengan kejadian itu, saya merasa terpukul dan berusaha memperbaiki diri. Saya akan memastikan diri saya untuk bisa membantu orang lain dengan kemampuan yang saya miliki. Tolong digaris bawahi, ditebalkan, disikat miring sekalian.

Bila ditinjau, kemampuan yang saya miliki terbatas. Namanya juga manusia. Jika merujuk pada cerita menemani Kakek berobat barangkali itu perkara mudah. Selain karena menemani, letaknya hanya satu gang. Namun, bila merujuk pada kemampuan yang lain, yang lebih kompleks, barangkali kita harus bisa mendudukan persoalan ini secara lebih adil dan serius. Bahwa menempatkan orang yang tepat adalah satu hal yang penting.

Tentu saja, manusia sekaliber superman pun jika dimintai tolong untuk mendidik anak-anak TPA belajar mengaji saya jamin tidak bisa. Atau kita bisa melihat seorang penulis puisi yang diminta untuk menuliskan komik. Meski bidangnya sama sebagai penulis, tapi ternyata menulis pun memiliki beragam cabang yang membuatnya pun diisi oleh orang yang berbeda. Pikirlah ini kawan sebagai bahan masukan untuk pribadi, terlebih diri sendiri.

Saya meyakini, setiap orang memiliki kehebatannya masing-masing. Ada yang hebat sebagai tukang, dokter, pemikir, pewacana, pengusul, dan seterusnya. Namun, kita harus bisa memastikan diri kita tak tinggal diam. Kitalah para pelaku kehidupan. Saling berkomunikasi, bekerjasama dan terciptalah satu KOLABORAKSI. Apa? KOLABORAKSI, yang merupakan kolaborasi disertai aksi. Ingat itu, teman.

Semoga pribadi ini senantiasa mau berbenah diri, tak merasa paling hebat, paling bisa, dan paling berkuasa. Saya hanya berusaha menampilkan yang terbaik, bukan untuk diri saya, lebih jauh untukMu dan yang lain. Cermatilah. Kepada Allah lah saya mohon ampun.

Comment (2)

  • :””””””””””

  • Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *