Mendengar Mama, Papa
Seorang Pemimpin(n) Yang di Aamiinkan Tuhan

Mendengar Mama, Papa

terbaik

Beberapa hari terakhir menjadi sesuatu yang sangat penting bagi kelangsungan hidup mahasiswa Gadjah Mada. Adalah persoalan Kuliah, Kerja, Nyata (KKN) yang kini menjadi virus disetiap otak mahasiswa UGM, khususnya mereka yang berada di angkata 2013.

Berbagai diskusi, tulisan kritis, dan propaganda telah mewarnai. Hal ini dipicu lantaran kelaliman dari pihak rektorat yang salah kaprah mengeluarkan kebijakan KKN. Mereka lupa kalau saat ini, mereka tak boleh memungut lagi sepeserpun dari mahasiswa selain Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Sehabis pertemuan akbar antara Mahasiswa Menggugat dan Gerakan Ronny Dwi FC tadi di Selasar Barat Fisipol, saya dan Badrul kemudian menghadiri pertemuan para ketua lembaga mahasiswa UGM di Kedai Jamur. Kami berdua datang terlambat, sehingga hanya sedikit informasi yang bisa kami ikuti. Setelah itu, Badrul pulang lebih dulu. Dan tak lama kemudian, acara pun habis dan kami semua pulang ke tempat tinggal masing-masing.

Saya pun pulang menuju asrama. Setibanya di asrama, ada acara family meeting membahas open recruitment untuk angkatan 8 Rumah Kepemimpinan. Bagi saya, rasa-rasanya baru masuk ke asrama, dan kini sudah hampir lulus. Di acara itu juga ada pengumuman peserta terbaik Rumah Kepemimpinan, dan ternyata namaku ada di dalamnya, bahkan menjadi National Young Leaders di bulan November 2015. Alhamdulillah, Allah SWT selalu memberikan yang terbaik dalam kehidupan ini. Ini sebenarnya adalah pengingat bagi saya secara pribadi untuk terus-menerus tawadhu. Seringkali, saya dibuatnya angkuh dan lalai akibat prestasi.

Sehabis itu pula, ada Ibu dan Bapak menelepon. Mereka menanyakan kabar. Saya ceritakan semua yang saya alami selama kurang lebih seminggu ini. Mereka pun mensyukuri sekaligus menasihatiku. Saya pun menndengarkan baik-baik perkataannya, bahwa sebenarnya, saya harus menjaga diri sebaiknya. Saya adalah harapan mereka, bahkan bisa dibilang sebagai tulang punggung, kelak. Dari sekian banyak orang sebenarnya yang berperan dalam kehidupan saya ini, adalah mereka yang selalu hadir mendoakan kesuksesanku dalam narasi do’a-do’anya.

Oiyah, kemarin juga ada Bu Sri Wagini, Guru Kewirausahaan saya di SMKN 26 Jakarta yang menelopn saya. Bliyo kangen betul dengan saya dan mengutarakan keinginannya bertemu saya. Namun sayang, karena waktu yang tidak memungkinkan, kami menyepakati untuk bertemu di bulan Januari, Insya Allah.

Ada juga, teman yang kuanggap adik sendiri, Fawaz (karena usia kita terpaut 5 tahun) yang hadir ke Jogja. Lagi-lagi, karena waktu yang kurang meungkinkan pertemuan, kami berencana bertemu di Jakarta lagi. Pada intinya, banyak orang yang ke Jogjakarta dan kemudian mengabarkan dirinya ada disini. Saya selalu memelihara keyakinan bahwa mereka dan saya pada prinsipnya saling mengingatkan. Tiada pernah niatan di hati untuk melupakan setiap orang-orang yang sudah menjadi bagi hidup saya ini. Mereka semua adalah orang-orang tersayang, bagi saya. Begitupun kau, Dek.

Semoga, kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT.

Alfath Bagus Panuntun El Nur Indonesia

Alhamdulillah

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *