Seharusnya Kita
Seorang Pemimpin(n) Yang di Aamiinkan Tuhan

Seharusnya Kita

seharusnya kita

Seharusnya kita bisa menjadi pribadi yang baik…

Seharusnya kita bisa memiliki pengaruh yang luas…

Seharusnya kita bisa menempati posisi strategis…

Seharusnya kita bisa membawa manfaat…

Seharusnya kita bisa menilai dengan adil…

Seharusnya kita bisa menikmati hidup yang damai…

Seharusnya kita bisa memberi kepada sesama…

Seharusnya kita bisa membuat mereka tersenyum…

Seharusnya kita bisa menggapai cita-cita

Seharusnya kita bisa beragama dengan toleran…

Seharusnya kita bisa menyuarakan kebenaran…

Seharusnya kita bisa memandang langit biru…

Seharusnya kita bisa saling mencintai…

Seharusnya kita bisa tersenyum-riuh-sumringah…

Seharusnya kita bisa bekerja sama…

Seharusnya kita bisa hidup sederhana…

Seharusnya kita bisa punya banyak pilihan…

Seharusnya kita bisa saling mendoakan…

Seharusnya kita bisa memberi arti…

Seharusnya kita bisa mengagumi…

Seharusnya kita bisa suka…

Seharusnya kita bisa duduk santai…

Seharusnya kita bisa berpelukan…

Seharusnya kita bisa menyemangati…

Seharusnya kita bisa merdeka lahir bathin…

Seharusnya kita bisa melindungi…

Seharusnya kita bisa murajaah bersama…

Seharusnya kita bisa memberi nasihat…

Seharusnya kita bisa menikmati hari esok dan seterusnya…

Seharusnya kita bisa jujur…

Seharusnya kita bisa..melakukan ini semua, bersama.

 

Ada yang meragu. Dia pikir Allah Swt tak mengenali seluk-beluk persoalan. Padahal Allah Swt pula yang memberi saya alat untuk memahami dan mengalami kehidupan. Saya punya dua telinga untuk mendengar, punya dua mata untuk melihat serta mulut untuk berbicara.

Kita sering terpesona dengan hal-hal luar biasa sampai akhirnya kita lupa siapa kita: mani-sel telur. Barang yang dianggap menjijikan.

Berangkat dari hal itu, tak perlu lah sekiranya kita bersombong atas yang dimiliki. Tak ada habisnya dunia dengan materi. Kita buat dunia ini seperti seharusnya, sebagaimana hakikat Allah menciptakan.

Apakah kamu akan meninggalkan saya sendiri sementara perjuangan ini adalah milik kita bersama? Kepedulian yang kemudian membuat kita satu.

**Tapi, sebentar. Kenyataannya, saya tak pernah merasa sendiri. Ada dua malaikat di kanan dan kiri pundak saya. Ada Allah Swt yang menjaga derap langkah saya. Saya hanya tidak ingin, dunia diisi oleh orang-orang yang egois lagi tak peduli.

Maka, mendidik diri sendiri adalah yang utama sebelum terjun ke pada masyarakat.

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *