Siap Merawat Indonesia
Seorang Pemimpin(n) Yang di Aamiinkan Tuhan

Siap Merawat Indonesia

Baktinusa 6

Oleh Alfath Bagus Panuntun El Nur Indonesia – PM Baktinusa 6 Jogja

Hidup adalah pertempuran antara baik melawan buruk. Kondisi bangsa saat ini seolah menunjukkan, bahwa pertempuran itu dimenangkan oleh keburukan. Tentu saja hal ini menyesakkan dada ketika menyaksikan seonggok kemanusiaan terkapar. Rakyat melarat, merintih, dan ringkih. Sementara itu, banyak pemimpin kita hanya pikirkan citra diri, sibuk sana sini, lari dari tanggung jawab kemanusiaan. Dengan itu, Indonesia yang kita semai ibarat tanaman rusak tak terawat.

Merawat Indonesia artinya siap menjaga akal sehat untuk mencintai Indonesia kurang maupun lebihnya. Hal tersebut merupakan cita-cita mulia bagi setiap anak bangsa yang menginginkan tuk tolak melulu sikap mengutuk. Agar negeri ini selaras dalam gerak konstruktif, menutupi segala kekurangan diri.

Alhamdulillah, Allah izinkan saya mengenyam pembinaan di Beasiswa Aktivis Nusantara_sama halnya dengan beasiswa yang kudapat sebelumnya: Rumah Kepemimpinan_yang mana mengajak kita untuk berkolaborasi dan membentang kebaikan. Bukan tanpa sebab. Ide, gagasan, referensi, bahkan pendirinya pun lahir dari rahim yang sama dan sejalan dengan cita-cita membangun Indonesia yang berdaya; Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan kekuatan aliansi kepemimpinan strategis yang siap melayani kemanusiaan. Memang, jumlah alumni program ini terbilang masih sedikit, tetapi memiliki potensi, nyali, dan daya pikir diluar kotak. Untuk itu kita layak disebut sebagai “creative minority”. Namun demikian, kita mengemban amanah besar untuk memengaruhi “silent majority” agar berada bersama kita dalam barisan kebaikan. Tentu, kebaikan itu bukan sekedar penilaian etik pribadi semata melainkan buah amal perjuangan yang telah dirumuskan bersama nilai dasarnya: kemanusiaan. Sehingga, meskipun berbeda dalam cara, pastikan kita sama dalam cita.

Dengan ini, saya berterima kasih atas kesempatan dan kebersamaan. Kita telah menjadi saudara melewati batas pertemanan. Dan saya mengundang saudara seperjuangan untuk bertanggung jawab; siap merawat Indonesia. Saya siap! Kamu?

24 Februari 2018
22.11 WIB
Menitikan air mata, kemudian bahagia

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *