Tentang Malam Ini: Launching Bulaksumur Institute
Seorang Pemimpin(n) Yang di Aamiinkan Tuhan

Tentang Malam Ini: Launching Bulaksumur Institute

launching-bulaksumur-institute

Sulit dibayangkan. Ada beberapa kondisi yang sedang melanda masyarakat Indonesia. Pertama, fenomena kalangan pemuda khususnya mahasiswa saat ini tengah terjerat pada arus hedonisme dan konsumerisme, sehingga mematikan daya pikir dan nalar kritis terhadap isu kebangsaan dan kenegaraan. Kedua, adanya kesenjangan antara teori yang dipelajari di bangku pendidikan dengan praktik dilapangan. Hal ini menimbulkan tidak-kompatibelan dengan persoalan kontekstual yang sedang dihadapi. Ketiga, masyarakat kita tengah berada pada masyarakat yang individualis, kurang empati dan tidak peka terhadap persoalan sosial.

Atas latar belakang di atas kami resah. Dengan itu, sekumpulan mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang berasal dari lintas disiplin ilmu mendirikan suatu lembaga bernama “Bulaksumur Institute”. Bulaksumur Institute merupakan penghubung teori dan praktik yang juga merupakan sarana “transformasi untuk semua”. Maksudnya adalah Bulaksumur Institute sebagai lembaga yang memiliki kemampuan mengambil manfaat berdasarkan kebutuhan yang jelas dan pada saat yang sama paham, fasih dalam menghayati dan menerapkan metodologi yang tersedia. Berangkat dari kesadaran konteks dan pemahaman akan berbagai peluang yang terbuka, Bulaksumur Institute akan secara terus-menerus terlibat dalam upaya memajukan ilmu pengetahuan.

Dari paparan di atas, kami mengupayakan diri sebagai lembaga think tank. Selain karena alasan pelbagai persoalan yang pelik, yang dihadapi masyarakat kita. Landasan tentang ilmu amaliah dan amal ilmiah senantiasa harus dihadirkan dalam setiap gerak langkah kita. Kita tentu saja tidak menginginkan pergerakan untuk mencipta Indonesia yang lebih baik dan bermartabat ke depan dihadapkan pada pondasi yang rapuh. Maka, basis keilmuan atau dalam bahasa yang lebih dalam: politik keilmuan_seperti yang disampaikan Purwo Santoso_menjadi demikian penting sebagai ruh dari pergerakan.

Sehingga, malam ini akan menjadi saksi lahirnya kombinasi ilmu dan amal yang secara serius dilakukan. Bahwa seperti yang dikatakan Anies Baswedan, “satu tindakan nyata lebih berdampak daripada seribu like yang maya”. Tetap merasa resah, tetap menjadi pembelajar, dan tetap menjadi solusi atas permasalahan bangsa yang ada.

Pengurus Harian
Bulaksumur Institute

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *